ILMU BUDAYA DASAR
  Manusia dan Kebudayaan


Dibuat Oleh :
Raga Hariawan (55415534)
Kelas 1IA08

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
    Dosen : Bapak Edi Fakhri



Manusia
       Manusia di dunia ini memegang peranan yang unik dan dapat di pandang dalam beberapa segi. Misalnya, manusia di pandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan system (Ilmu Kimia). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (Ilmu Fisika). Manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan mamalia (Ilmu Biologi). Dan dalam ilmu-ilmu sosial, Manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memprhitungkan setiap kegiatan, Sering disebut homo economicus (Ilmu Ekonomi) serta Manusia sebagai makhluk social yang tidak dapat berdiri sendiri (Ilmu Sosiologi).
            Dari beberapa definisi di atas, tentu membuat kita sulit untuk menjawab pertanyaan tentang manusia, oleh karena itu kita akan menerangkan siapa itu manusia berdasarkan unsur-unsur yang membangunnya. Ada beberapa pandangan yang akan menjadi acuan untuk menjelaskan unsur-unsur yang membangun manusia.
          Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu:
·         Jasad, badan kasar manusia yang dapat kita lihat, raba bahkan di foto dan menempati ruang dan waktu.
·         Hayat, mengandung unsur hidup, yang di tandai dengan gerak.
·         Ruh, bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
·         Nafs, dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran akan diri sendiri.

Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung tiga unsur, yaitu:

·      Id, merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak tampak. Id merupakan energi psikis yang irrasional dan terkait dengan sex yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcius). Id diatur oleh kesenangan yang harus di penuhi,baik secara langsung melalui pengalaman seksual atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.
·      Ego, sering disebut “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan kepuasan Id dengan saluran sosial agar dapat di terima oleh masyarakat. Ego diatur oleh prinsip realitas dan mulai berkembang pada anak antara usia satu dan dua tahun.
·     Super ego, merupakan struktur kepribadian terakhir yang muncul kira-kira pada usia lima tahun. Super ego menunjukan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan kontrol diri melalui sistem imbalan dan hukuman terinternalisasi.

Hakekat Manusia

A.   Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Tubuh merupakan materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya akan hancur dan lenyap.
B.   Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, Jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. Manusia juga dapat dikatakan sebagai satu kepribadian yang mengandung tiga unsur yaitu id, ego, superego. Pada hakekatnya manusia adalah mahkluk ciptaan tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Selain itu manusia merupakan ciptaan tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya, karena manusia memiliki suatu perasaan yang dapat mempengaruhi jiwa dan raga manusia secara keseluruhan, misalnya :
• Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.

• Perasaaan estetis, perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
• Perasaan etis, perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
• Perasaan diri, perasaan yang berkenaan dengan harga diri.
• Perasaan sosial, perasaan yang berkenaan dengan kelompuk dan masyarakat.
• Perasaan religius, perasaan yang berkenaan dengan agama dan kepercayaan.


C.    Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi. Manusia merupakan produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Dan pada hakekatnya manusia mempunyai sifat mahluk biokultural yaitu mahluk hayati yang budayawi. Manusia juga pada hakekatnya adalah mahluk ciptaan tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), yaitu mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuaanya bekerja dan berkarya.

D.    Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (Ekologi), Mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

Kepribadian Bangsa Timur

Francis L. K. hsu. Sarjana Amerika keturunan Cina, yang mengkombinasikan dalam dirinya keahlian di dalam ilmu antropologi, psikologi, filsafat, dan kesustraan cina klasik (homeostatis psikologi).
Hsu telah mengembangkan suatu konsepsi, bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk social budaya itu mengandung delapan daerah lingakaran konsentris sekitar diri pribadi.
Sampai sekarang ilmu psikologi di negara-negara barat itu terutama mengembangkan konsep-konsep dan teori-teori mengenai aneka warna isi jiwa, serta metode-metode dan alat-alat untuk menganalisi dan menugukur secara detail variasi isi jiwa individu itu.
Untuk menghindari pendekatan terhadap jiwa manusia itu, Hanya sebagai subyek yang terkandung dalam batas individu yang terisolasi, Maka Hsu telah mengembangkan suatu konsepsi, Bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya itu mengandung delapan daerah yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentris sekitar diri pribadi. 
Nomor 7 dan 6, disebut daerah tak sadar dan sub sadar, yang berada di daerah pedalaman dari alam jiwa individu dan terdiri dari bahan pikiran dan gagasan yang terdesak kedalam, sehingga tidak disadario oleh individu dan terlupakan.
Nomor 5, disebut kesadaran yang tidak dinyatakan, pikiran-pikiran dan gagasan yang didasari oleh individu teteapi disimpan didalam jiwanya sendiri dan tidak dinyatakan kepda siapapun (karena malu, takut salah atau sungkan)
Nomor 4, disebut kesadaran yang dinyatakn secara terbuka (pikiran, gagasan maupun perasaan)
Nomor 3, disebut lingkaran hubungan karib, mengandung konsepsi tentang manusia, binatang atau benda-benda yang diajak gaul secara karib.
Nomor 2, disebut hubungan berguna, fungsi kegunaan (pedagang dan pembeli)
Nomor 1, disebut lingkaran hubungan jauh, terdiri dari pikiran-pikiran dan sikap dalam jiwa manusia, tetapi jarang mempunyai arti dalam kehidupan sehari-hari.
Nomor 0, disebut lingkungan dunia luar, terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan tentang orang-orang diluar masyarakat dan Negara Indonesia
Menurut Francis L. K. Hsu, yang menggambarkan kepribadian manusia adalah daerah lingkungan no.3 hubungan yang berdasarkan cinta dan kemesraaan dan juga rasa untuk bisa berbakti penuh dan mutlak merupakan suatu kebutuhan fundamental dalam hidup manusia, tanpa adanya tokoh-tokoh, benda-benda kesayangan, tanpa Tuhan, tanpa ide dalam alam jiwanya, hidup kerohanian manusia tidak akan bisa seimbang dan selaras.
Konsep lain adalah konsep Jen. Dalam budaya Cina yaitu, Manusia yang berjiwa selaras, manusia yang berkepribadian adalah manusia yang dapat menjaga keseimbangan hubungan antara diri kepribadiannya dengan lingkungan sekitarnya yang paling dekat.
Kebudayaan Timur, lebih mementingkan kehidupan rohani, mistik, gotong royong, keramah tamahan dan lain sebagainya.
Kebudayaan Barat, lebih mementingkan kebendaan, pikiran logis, asa guna dan individualism
 Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam baahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti menolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “ segala sesuatu yang dihaslkan oleh akal budi manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya.

            Menurut E.B Taylor (1871) Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

            Menurut C.A Van Peursen, kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang berlainan dengan hewan-hwan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengan alam, melainkan mengubah alam.

            Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi “Merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, Rasa dan cipta masyarakat”. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk masyarakat.

Secara praktis bahwa kebudayaan merupakan sistem nilai dan gagasan utama (Vital), Sistem nilai dan gagasan utama sebagai hakekat, kebudayaan terwujud dalam tiga sistem kebudayaan secara terprinci, yaitu sistem ideologi, sistem sosial dan sistem teknologi.

Sistem ideologi meliputi etika, norma dan adat istiadat, sedangkan Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial di dalam masyarakta dan juga Sistem teknlogi meliputi segala perhatian serta penggunaannya, sesuai dengan nilai budaya yang berlaku.


Unsur Kebudayaan

Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsur-unsur besar maupun kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai kesatuan.
C. Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, Bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal yaitu:

·         Sistem religi, produk manusia sebagai homo religius.
·         Sistem organisasi kemasyarakatan, produk dari mausia sebagai homo socius.
·         Sistem pengetahuan, produk manusia sebagai homo sapiens.
·         Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi, produk manusia sebagai homo economicus.
·         Sistem teknologi dan peralatan, produk manusia sebagai homo faber.
·         Bahasa, produk manusia sebagai homo loguens.
·         Kesinian, produk manusia sebagai aesticus.

Cultural Universal dapat dijabarkan lagi ke dalam unsur-unsur yang lebih kecil, Disebut kegiatan-kegiatan kebudayaan atau cultural activity, Contoh Cultural Universial pencaharian hidup dan ekonomi, antara lain mencakup kegiatan-kegiatan seperti pertanian, peternakan, sisterm produksi, sistem distribusi dll. Cultural activity dapat dibagi lagi menjadi unsur-unsur yang lebih kecil lagi yang disebut trait-complex.

Masalah lain yang juga penting tentang kebudayaan adalah wujudnya, Pendapat umum mengatakan, bahwa kebudayaan dapat dibedakan dalam dua bentuk wujudnya, Pertama kebudayaan Bendaniah (Material) dan Rohaniah (Spritual).

Wujud Kebudayaan

Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu:


Kompleks gagasan, konsep dan pikiran manusia : Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya. Sekarang, kebudayaan  ideal juga banyak tersimpan dalam disk, arspi, koleksi micro film dan microfish.

Kompleks aktivitas : Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret,
dapat diamati atau diobservasi. Wujud seperti ini biasa disebut sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan yang lain dari detik ke detik, dari hari ke hari dan dari tahun ke tahun. 



Wujud sebagai benda : Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.

Ketiga wujud kebudayaan tadi, di kehidupan masyarakat tak akan terpisah satu sama lain. Kebudayaan ideal dan adat adat istiadat mengatur dan memberi arah kepada tindakan-tindakan dan karya manusia.


Orientasi Nilai Budaya

­­­
               Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Menurut C. Kluckhohn dalam karyanya Variation in value orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, Secara universial menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :

Hakekat Hidup Manusia (MH), setiap kebudayaan berbeda secara ekstern, Ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik.

Hakekat Karya Manusia (MK), Ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi,

Hakekat Waktu Manusai (WM), Ada yang berpandangan mementingan orientasi masa lampau, Ada pulau yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang.

Hakekat Alam Manusia (MA), Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeskploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin.

Hakekat Hubungan Manusia (MN), Dalam hal ini yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, Baik secara horizontal (sesamanya) maupun secara vertikal (orientasi kepada tokoh-tokoh). Ada pula yang berpandangan individualistis (Menilai tinggi kekuatan sendiri)


Perubahan Kebudayaan


Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah. Tak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Terjadinya gerakan perubahan kebudayaan disebabkan oleh :

1. Perubahan jumlah penduduk
2. Perubahan lingkungan hidup

Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya disfungsi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.
Perubahan sosial dan perubahan kebudayaan bebeda. Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat. Sedangkan perubahan kebudayaan atau akulturasi terjadi bila ada suatu kelompuk manusia dengan kebudayaan tertenru dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa.

Proses aklultuasi di dalam sejarah kebudayaan terjadi dari massa silam. Biasanya, suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat- masyarakat lainnya. Pasa saat itulah unsur-unsur masing-masing kebudayaan menyusup. Beberapa masalah yang menyangkut proses tadi ialah :

A. Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterma
B. Unsur-unsur kebudayaan asing manakan yang sulit diterima
C. Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur baru
D. Keterangan-keterangan apakah yang timbul sebagai akibat akilturasi tersebut.

Unsur-unsur kebudayaan asing yang diterima adalah :

• Unsur kebendaan
• Unsur yang terbukti membawa manfaat besar
• Unsur yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat

Unsur-unsur yang sulit diterima adalah :

• Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi.
• Unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi.
Faktor yang Mempengaruhi Diterima atau Tidak Unsur Kebudayaan Baru :
• Terbatasnya masyarakat memiliki hubugan atau kontak
• Pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan
• Sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan
• Dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat

Hubugan antara manusia dan kebudayaan secara sederhana adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia dari sisi lain hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan

Kaitan Manusia dan Kebudayaan

Hubugan antara manusia dan kebudayaan secara sederhana adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia dari sisi lain hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis. Proses dialektis tercipta melalui tiga tahap :

Eksternalisasi  : Proses dimana manusia mengekspresikan dirinya
Obyektivitas    : Proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif
Internalisasi    : Proses dimana masyarakat kembali dipelajari manusia

Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini, kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya harus menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cepat.


Link Download file Powerpoint : 

File Powerpoint






Read More
MAKALAH
ILMU SOSIAL DASAR
     "Keterkaitan Teknologi dan Kemiskinan."



Dibuat Oleh :
Raga Hariawan (55415534)
Kelas 1IA08

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar

                                                            Dosen : Ibu Sri Hermawati


KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah ini tepat pada waktunya yang berjudul "Keterkaitan Teknologi dan Kemiskinan.".

            Makalah ini berisi dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu sosial dasar, dan juga memberi penjelasan tentang keterkaitan Teknologi dan Kemiskinan. Diharapkan apa yang akan saya bahas ini  beberapa manfaat bagi pembaca.

            Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

            Akhir kata, saya sampaikan terima kasih.

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
       Kemiskinan merupakan masalah yang ditandai oleh berbagai hal antara lain rendahnya kualitas hidup penduduk, terbatasnya kecukupan dan mutu pangan, terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan, gizi anak, dan rendahnya mutu layanan pendidikan. Selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan pangan, layanan kesehatan dan pendidikan, perluasan kesempatan kerja dan sebagainya

B.     Manfaat dan Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini semata-mata untuk menyelesaikan dan  memenuhi tugas dan dari mata kuliah Ilmu Sosial Dasar dan Manfaat nya ialah agar pembaca tahu bahwa dibalik ekonomi yang kurang baik atau bisa disebut kemiskinan, tidak ada penghalang untuk menggunakan teknologi untuk masa depan yang lebih cerah.

                                              BAB 2
                                      PEMBAHASAN 

Kemiskinan merupakan masalah yang ditandai oleh berbagai hal antara lain rendahnya kualitas hidup penduduk, terbatasnya kecukupan dan mutu pangan, terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan, gizi anak, dan rendahnya mutu layanan pendidikan. Selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan pangan, layanan kesehatan dan pendidikan, perluasan kesempatan kerja dan sebagainya

Dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, dikatakan maju atau tidaknya sebuah negara dilihat dari seberapa jauhnya pemahaman seseorang dalam kemajuan teknologi saat ini.

Teknologi yang makin berkembang saat ini membuat seorang individu mau tidak mau harus mengikuti baagaimana perkembangan teknologi yang semakin maju pesat begitu mempengaruhi akan kemajuan negaranya itu sendiri. Jikalau suatu negara tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi saat ini bisa saja angka kemiskinan yang sedang gencar untuk dihapuskan tiba-tiba meningkat drastis sehingga akan sulit bagi pemerintah untuk mengurangi dan menstabilkannya.

Teknologi adalah pemanfaatan ilmu untuk memecahkan suatu masalah dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan skala nilai yang ada. Teknologi digunakan untuk memecahkan masalah-masalah praktis serta untuk mengatasi semua kesulitan yang mungkin dihadapi manusia. Teknologi kadang sering disanding-sandingkan dengan ilmu hingga ada sebuah ungkapan ilmu tanpa teknologi adalah steril dan teknologi tanpa ilmu adalah statis yang berarti ilmu tanpa teknologi tidak berkembang dan teknologi tanpa ilmu tidak berakar.

Dilihat dari seberapa jauh perkembangan teknologi saat ini, kita tidak bisa menghindari suatu keadaan dimana sebuah negara yang memiliki tingkat kemiskinan yang cukup tinggi disebabkan oleh keterbatasan negara tersebut akan perkembangan teknologi yang bisa saja mampu memumpuni negaranya agar bisa lebih berkembang lebih pesat lagi. Kemiskinan merupakan masalah global, maksudnya adalah suatu keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasanya sering kita butuhkan seperti makanan, pakaian, material, tempat tinggal, dan hal ini sangat berkaitan eratnya dengan kualitas hidup seseorang.

Penyebab terjadinya kemiskinan bisa disebabkan oleh:

1.  Merosotnya standar perkembangan pendapatan per-kapita secara global.
2.  Menurunnya etos kerja dan produktivitas masyarakat.
3.  Biaya kehidupan yang tinggi.
4.  Pembagian subsidi in come pemerintah yang kurang merata.
5.  Keterbatasan Sumber Alam
6.  Terbatasnya Lapangan Kerja
7.  Keterbatasan Modal
8.  Beban Keluarga


BAB 3
                                                                      PENUTUPAN
Untuk mencegah terjadinya kemiskinan yang berkelanjutan, ada beberapa bisa dilakukan seperti memberikan bantuan berupa material ataupun non material kepada pihak yang membutuhkan, dan sebagainya yang mungkin bisa mengurangi tingkat kemiskinan secara bertahap.
Dari semua kesimpulan yang sudah di uraikan diatas, dapat dikatakan bahwa suatu negara apabila ingin meraih kemajuan yang pesat maka negara tersebut harus mulai memahami dan mengikuti segala perkembangan teknologi yang saat ini sedang happening agar angka kemiskinan yang semakin meningkat bisa diatasi dan dikurangi supaya warga negara yang mendiami negaranya bisa lebih memiliki akses yang luas untuk mendapatkan segala fasilitas yang berhubungan dengan pendidikan, pekerjaan, serta secara tidak langsung negaranya bisa maju dan berkembang lagi dari sebelumnya.

 

Read More

MAKALAH
ILMU SOSIAL DASAR
     " Sosialisasi dan Peran Pemuda di Era Globalisasi "

Dibuat Oleh :
Raga Hariawan (55415534)
Kelas 1IA08

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Dosen : Ibu Sri Hermawati


Sosialisasi dan Peran Pemuda di Era Globalisasi

Pemuda merupakan pribadi berusia produktif dan memiliki tipikal unik yakni revolusioner, yakin, berpikir modern dan mempunyai moralitas.  Betapa vitalnya partisipasi pemuda dalam sebuah negara karena pemuda sesungguhnya adalah figur yang paling mempunyai kekuatan untuk melakoni kehidupan berbangsa dan bernegara mendatang. Pemuda bisa dianggap sebagai generasi penerus untuk tetap berlangsungnya sebuah negara. Kaum muda adalah sosok yang vital di tiap-tiap perubahan sebab pemuda berjalan menggunakan idealisme dan moral ketika mencermati problem yang ada, untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan negara. Pemuda akan jadi tulang punggung bangsa di masa mendatang. Namun realita pemuda Indonesia saat ini tidak lagi pemuda yang memperlihatkan kepribadian bangsa kita. Pemuda Indonesia saat ini adalah sosok pemuda yang tak cukup tangguh ketika menjumpai arus globalisasi. Kalangan pemuda saat ini seringnya cuma menghancurkan moral mereka sendiri. Efek negatif globalisasi satu diantara penyebabnya, yang mana gaya hidup barat dengan leluasa masuk ke Indonesia dan akibatnya berpengaruh jelek pada peran pemuda Indonesia untuk mempertahankan identitas bangsa.

Proses sosialisasi pemuda banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu prosuk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari.

Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat, antara lain:

·         Kemurnian idealismenya.
·         Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan baru.
·         Semangat pengabdiannya.
·         Sepontanitas dan dinamikanya.
·         Inovasi dan kreativitasnya.
·         Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
·         Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang         mandiri.


Tujuan Sosialisasi

  1. Memberi keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melangsungkan kehidupan seseorang kelak ditengah-tengah masyarakat tempat dia menjadi salah satu anggotanya.
  2. Menambah kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien serta mengembangkan kemampuannya untuk membaca, menulis, dan bercerita.
  3. Membantu pengendalian fungsi organik yang dipelajari melalui latihan mawas diri yang tepat.
  4. Membiasakan individu dengan dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat.
  5.  Untuk mengetahui lingkungan alam sekitar.
  6. Untuk mengetahui lingkungan sosial, tempat individu bertempat tinggal termasul lingkungan sosial yang baru.
  7. Untuk mengetahui nilai-nilai dan norma-norma dalam masyarakat.
  8.  Untuk mengetahui lingkungan sosial-budaya suatu masyarakat.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi

  1. Faktor intrinsik, merupakan faktor-faktor yang berasal dari dalam diri seseorang. Seringkali disebut dengan pembawaan atau warisan biologis. Bentuk nyata dari faktor intrinsik ini antara lain postur tubuh, golongan darah, bakat-bakat seni, olahraga, ketrampilan-ketrampilan, IQ atau tingkat kecerdasan, dll.
  2. Faktor ekstrinsik, adalah faktor-faktor yang berasal dari luar diri seorang individu. Faktor ekstrinsik ini berupa faktor lingkungan sosial budaya, tempat seorang individu hidup dan melaksanakan pergaulan dengan warga masyarakat yang lain. Adapun kondisi faktor ekstrinsik antara lain, kondisi lingkungan masyarakat setempat, kondisi lingkungan pergaulan, kondisi lingkungan pendidikan, kondisi lingkungan pekerjaa, kondisi lingkungan masyarakat luas, termasuk sebagai sarananya adalah media massa baik media massa cetak maupun elektronik. 

Tahapan Sosialisasi


Tahapan sosialisasi menurut George Herbert Mead dapat dibedakan melalui tahap-tahap, yaitu :

Tahap persiapan (preparatory stage)

Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga, anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.

Tahap meniru (play stage)

Tahap ini ditandai dengan makin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dsb. Dengan kata lain kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain jika mulai terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan orang-orang yang jumlahnya banyak telah mulai terbentuk. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan bertahannya diri yakni asal anak menyerap nilai dan norma. Bagi seorang anak, orang-orang ini disebut orang-orang yang amat berarti (significant other).

Tahap siap bertindak (game stage)

Peniruan yang dilakukan sudah mulah berkurang dan digantikan oleh peran secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain juga meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Anak mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerjasama dengan teman-temannya. Pada tahap ini, lawan berinteraksi makin banyak dan mulai berhubungan dengan taman-temannya yang sebaya di luar rumah. Bersama dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.

Tahap penerimaan norma kolektif (generalized stage)

Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Anak sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, anak dapat bertenggang rasa tidak hanya dengna orang-orang yang berinteraksi dengannya tetapi juga dengan masyarakat secara luas. Manusia secara dewasa menyadari peraturan, kemampuan, bekerjasama bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya menjadi mantap. Manusia dengan perkembandan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.

 

Media Sosialisasi dalam Pembentukan Kepribadian


Dalam keadaan normal, lingkungan pertama yang berhubungan dengan anak adalah orangtua, saudara-saudara, serta mungkin kerabat dekat yang tinggal serumah. Melalui lingkungan, anak mengenal dunia sekitarnya, dan pola pergaulan sehari-hari.

Kebijakan orangtua yang menunjang proses sosialisasi anak-anaknya antara lain:
  1.  Mengusahakan agar anak-anaknya selalu berdekatan dengan orangtuanya.
  2. Memberikan pengawasan dan pengendalian yang wajar, sehingga jiwa anak tidak merasa tertekan.
  3. Mendorong anak agar dapat membedakan yang benar dan yang salah, yang baik dan buruk, yang pantas dan tidak pantas.
  4.  Memperlakukan anak dengan baik. Untuk itu, orangtua harus dapat berperan dengan baik.
  5. Menasehati anak-anak jika melakukan kesalah atau kekeliruan.

Dalam lingkungan keluarga dikenal dua macam pola sosialisasi, yaitu:


Sosialisasi represif

Ciri-ciri sosialisasi represif antara lain:

·                     Menghukum perilaku yang keliru
·                     Hukuman dan imbalan materil
·                     Kepatuhan anak kepada orangtua
·                     Komunikasi sebagai perintah
·                     Komunikasi non verbal

Sosialisasi partisipasif

Ciri-ciri sosialisasi partisipasif antara lain:

·                     Pemberian imbalan dan sanksi
·                     Hukuman dan imbalan simbolis
·                     Otonomi anak
·                     Komunikasi sebagai interaksi
·                     Komunikasi verbal

Jenis-Jenis Sosialisasi

 

Sosialisasi primer

Pengertian sosialisasi primer menurut Peter L Berger dan Luckmann adalah sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota keluarga (masyarakat). Sosialisasi primer berlangsung saat berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah.

Sosialisasi sekunder

Sosialisasi sekunder adalah proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat.

Sosialisasi Sebagai Pembentuk Kepribadian


Kepribadian seseorang diperoleh karena adanya proses sosialisasi ketika individu belajar dari lingkungan sosial sedikit demi sedikit. Dan ada pula Faktor – faktor pembentuk kepribadian terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:

  1. Warisan biologis, biasanya berupa bawaan ayah, ibu, nenek, dan kakek. Pengaruh ini tampak pada intelegensi dan kematangan fisik.
  2.  Lingkungan alam, perbedaan iklim, topografi, dan SDA menyebabkan manusia harus menyesuaikan diri terhadap alam.
  3.  Lingkungan sosial, kelompok tempat bergabung seperti lingkungan keluarga, sekolah, kerja, dan masyarakat luas, juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang.
  4.  Lingkungan budaya, perbedaan kebudayaan dalam setiap masyarakat dapat mempengaruhi kepribadian seseorang.

Sosialisasi berperan dalam membentuk kepribadian seseorang. Kepribadian seseorang dipengaruhi oleh nilai dan norma sosial kebudayaan yang berlaku di lingkungan sekitar. Nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat diperkenalkan kepada generasi selanjutnya melalui proses sosialisasi. Melalui proses sosialisasi ini, masyarakat dapat mewariskan nilai dan norma sosial budaya pada generasi selanjutnya



Read More
MAKALAH
ILMU SOSIAL DASAR
     " Kenapa Memilih Jurusan Teknik Informatika Gunadarma "






Dibuat Oleh :
Raga Hariawan (55415534)
Kelas 1IA08

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar

Dosen : Ibu Sri Hermawati





KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah ini tepat pada waktunya yang berjudul "Kenapa Memilih Jurusan Teknik Informatika Gunadarma".

            Makalah ini berisi tentang informasi diri saya pribadi meliputi visi dan misi yang ingin saya capai. Diharapkan apa yang akan saya bahas ini  beberapa manfaat bagi pembaca.

            Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

            Akhir kata, saya sampaikan terima kasih.



BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Hidup ini tak terlepas dari apa yang ingin dan akan kita gapai, maka oleh sebab itu setiap orang wajib memiliki visi dan misi agar arah dan tujuan kita tidak melenceng, karena jika melenceng maka hanya akan sia – sia waktu untuk hal yang tidak bermanfaat. Maka dari itu Dosen Mata Kuliah Ilmu Sosial Dasar memberikan tugas yang berjudul “Kenapa Memilih Jurusan Teknik Informatika Gunadarma”.

B.     Batasan Masalah
Dalam Makalah ini  saya akan menguraikan tentang :
·         Visi dan Misi
·         Alasan memilih jurusan Teknik Informatika
·         Cita cita setelah lulus menjadi Sarjana

C.    Manfaat dan Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini semata-mata untuk menyelesaikan dan  memenuhi tugas dan dari mata kuliah Ilmu Sosial Dasar dan Manfaat nya ialah mengingatkan saya kembali dan menjadi pacuan tentang tujuan yang akan saya capai untuk mengejar masa depan yang cerah dan bahagia. Amin.



BAB 2
PEMBAHASAN


A.    Visi dan Misi
Di dalam hidup terkadang kita tidak menyadarinya selalu melangkah menuju tujuan yang tanpa arah dan menghabiskan waktu secara sia-sia dengan melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat sama sekali untuk kehidupan kita sendiri. Namun jika kita mau meluangkan waktu sebentar untuk meluangkan waktu, bahwa disatu sisi lain orang lain sedang berusaha keras untuk mencapai tujuan hidupnya. Maka oleh sebab itu marilah kita buang gaya hidup kita yang tidak penting dan hanya menyia-nyiakan sesuatu untuk hal yang tidak bermanfaat karena hidup itu adalah kompetisi, jika kita lalai maka kita akan tertinggal dan sulit meraih tujuan yg akan kita capai agar memperoleh masa depan yang cerah dan bahagia.
Dari secuplik penggalan kata diatas maka dari sebab itu kita harus mempunyai suatu arah dan tujuan yang jelas untuk hidup kita, yang mana akan di bawa kemanakah hidup kita ini selanjutnya. Oleh karena itu maka marilah kita membuat Visi dan Misi untuk tujuan hidup kita.
Visi : Saya pribadi yaitu ingin menjadi seorang yang handal dalam bidang IT, Seperti dalam bidang Jaringan, Programming, Webmaster dan Web Security.
Misi :  Masuk SMK Teknik Komputer Jaringan, Masuk ke Universitas Jurusan Teknik Informatika, Lulus dengan gelar Sarjana Teknik Informatika, Memperbanyak mengikuti Seminar dan workshop di bidang Teknik Informatika, Memperbanyak jaringan pertemanan dengan perusahan atau orang orang yang sudah sukses.



B.     Alasan “Kenapa Memilih Jurusan Teknik Informatika Gunadarma”
Universitas di Indonesia yang memiliki jurusan Teknik Informatika memang terbilang banyak dan tersebar di seluruh wilayah indonesia, Namun yang saya dapatkan info dari Internet maupun dari Orang orang lain yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Bina Nusantara dan Universitas Gunadarma.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember memang menghasilkan lulusan yang sangat ahli dibidang Teknik Informatika tetapi untuk bisa menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Sepuluh Nopember ialah terbilang sulit, harus mengikuti tes SNMPTN atau SBMPTN yang dimana kita harus bersaing dengan seluruh siswa di indonesia yang mendaftar juga. Sedangkan Universitas Bina Nusantara sudah terkenal dengan Universitas swasta yang menghasilkan lulusan yang ahli juga dibidang Teknik Informatika, Dan universitas swasta dengan fasilitas yang terbilang lengkap. Tetapi, untuk menjadi mahasiswa Universitas Bina Nusantara terbilang susah, karena biaya yang dibutuhkan sangat amat besar, Maka dari itu saya memutuskan memilih Universitas Gunadarma karena memang sudah terkenal bahwa Universitas Gundarma ialah salah satu Universitas dengan Jurusan Teknik Informatika terbaik di indonesia, Dan biaya yang dibutuhkan untuk menjadi mahasiswa Universitas Gunadarma terbilang tidak terlalu mahal. Oleh karena itu saya memutuskan untuk memilih Universitas Gunadarma. Saya memilih Universitas Gunadarma bukan karena paksaan dari orang tua melainkan keinginan sendiri untuk menunjang masa depan saya kedepannya, sesuai dengan visi dan misi yang telah saya jabarkan di atas.
Dan, Karena itu saya sangat bersyukur dapat diterima menjadi Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Gunadarma. Semoga saya dapat menjalani segala pelajaran yang harus dilewati, dan mengerti materi yang diberikan dosen, Serta lulus tepat waktu.



BAB 3
PENUTUPAN

A.    Kesimpulan
Makalah ini saya buat untuk menyelesaikan tugas dari mata kuliah Ilmu Sosial Dasar dan menjabarkan Visi dan Misi serta alasan memilih jurusan Teknik Informatika. Dimana Visi adalah pandangan jauh kedepan / arah kemana kita ini akan melangkah, sedangkan Misi adalah kegiatan untuk mencapai sasaran atau target untuk mencapai misi atau tujuan yang telah kita buat dan lakukan. Dapat di contohkan Visi kita ingin pergi ke Bandung maka misi yang harus di buat yaitu naik kereta, naik motor, naik pesawat, naik bis, atau jalan kaki.

B.     Saran

            Mohon maaf jika ada penulisan kata yang saya tulis mungkin ada  kesalahan dan cara pengucapannya tapi saya berharap makalah ini dapat berbagi beberapa masukan untuk pembaca.

Read More